Jumat, 15 Juni 2012

Surat untuk Diriku

    Surat ini kubuat ketika aku mengikuti Pelatihan Super Unggul (PSU) di kampusku. Waktu itu, pak dosen (lupa siapa namanya) menyuruh untuk membuat sepucuk surat, yang berisi tentang cita-cita, harapan, dan nasehat. Dan surat tersebut ditujukan kepada diri kita sendiri. Kemudian disuruh disimpan baik-baik, 5 sampai 10  tahun mendatang. Pak dosen tersebut bilang,"Ketika saya membuka surat yang sudah selama 5 tahun itu. Saya ketawa-ketawa sendiri sekaligus terharu, ternyata apa yang saya tuliskan di surat tersebut, Alhamdulillah tercapai semua. Dan sekarang saya laminating surat tersebut, karena sudah tidak berbentuk lagi". Berikut isi dari suratku :

DIY, 15 Juli 2011



    Sebuah kesuksesan itu, tidak datang begitu saja. Butuh perjuangan, dan pasti ada banyak rintangan. Kamu bisa dikatakan berhasil, jika kamu pernah mengalami yang namanya kegagalan. Untuk itu, Don't give up ! jika  gagal menembus satu pintu, masih banyak pintu-pintu lain yang masih terbuka lebar untuk meraih kesuksesan.

    Oleh karena itu, janganlah menyerah, tetap semangat dan optimisalah segala apa yang kamu cita-citakan bisa tercapai. Dan jangan lupa berserah diri kepada Allah SWT, selalu bersyukur atas segala nikmat yang Dia berikan kepadamu.

    Tapi jangan lupa ! selalu berbakti kepada kedua orang tua. Karena seperti hadits "Ridho Allah tergantung ridho orang tua."



    Mungkin maksud dengan kita membuat surat kepada diri kita tentang cita-cita, harapan, dan nasehat adalah untuk merekam atau sebagai kenang-kenangan mengenai apa saja yang kita harapkan di masa itu, dan perbuahan apa saja yang telah terjadi kepada diri kita kelak.



Thanks for reading :)

0 comments:

Poskan Komentar

 
;